Memaknai Kepemimpinan dan Lun Do’ bagi Dayak Lundayeh, Sub Lengilo’

"Tugas seorang pemimpin adalah bagaimana dia mampu membuat semua orang bisa melakukan perannya dengan baik sehingga semua sistem bisa hidup dan dampak pembangunan dirasakan enak oleh semua orang." - Dr. Yansen TP., M.Si 

Di dalam memahami kata pemimpin seringkali yang terlintas di pikiran saya adalah seorang pribadi yang punya atau memiliki suatu kecakapan, serta kelebihan di suatu bidang, sehingga pribadi tersebut mampu mempengaruhi orang lain untuk dapat bersama-sama melakuan serangkaian aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.


Atau jika Anda mempelajari lebih lagi tentang pemimpin, kita dapat belajar ilmu manajemen yang ada banyak mendefinisikan tentang pengertian apa itu pemimpin.

Secara pengertiannya, kata pemimpin adalah orang yang memimpin di suatu wilayah atau daerah. Sedangkan lun do' pada bagian adalah dua kata yang jauh berbeda: Lun do' artinya 'orang baik', tauladan dan panutan.

Kepemimpinan Lun Do’ bagi Dayak Lundayeh, Sub Lengilo’ mengandung arti “Pemimpin” pada zaman baheula adalah orang yang memiliki perangai, karakter, perilaku dan hati yang baik (dalam bahasa Lengilo’; Do' ayu', Do’ niat, Do’ buat). Masih banyak lagi arti atau makna lain dari padanan kata tersebut bagi suku Dayak Lundayeh di Dataran Tinggi Borneo.

Karena itu, apa pun bentuk kebaikan hati seorang Lun Do’ bukan karena hasil belajar, bukan pula dikarantina atau hasil bertapa, melainkan dari citra dirinya sendiri.

Hal itu berarti, kebaikan hatinya muncul sedemikian rupa secara alamiah dan dari dalam hati nurani yang sejati, melalui sikap dan perbuatannya yang amat baik, sehingga ia dapat mempengaruhi kehidupan orang lain yang ada disekitarnya.

Karena pengaruhnya itu, maka orang-orang sering datang kepadanya untuk bercerita, bertanya, meminta pendapat, dan meminta bantuan materi pada waktu kesulitan, disebutlah dia Derayah Lun Do’.

Sebagai gambaran memahami kehidupan Lun Do’ dalam kehidupan sehari-hari. Lun Do' memiliki pikiran yang baik dan hati yang baik. Karena itu ia sangat peduli terhadap orang lain, peka terhadap keadaan orang lain, prihatin terhadap penderitaan orang lain, memberi perhatian penuh terhadap orang lain dengan tulus tanpa menuntut balas, dan ia melakukannya dengan segenap hati.

 Hal tersebut diatas, merupakan nilai-nilai arif atau kebijaksanaan dari seorang pemimpin dan Lun Do’. Sebab itu, secara filosofis sebagai pemimpin dan Lun do’ akan mengutamakan kepentingan orang lain atau kepentingan orang banyak selalu di nomor satukan dari pada kepentingannya sendiri.

Dengan demikian, Lun Do’ selalu menjadi patokan atau dasar orang banyak untuk bertindak. Figurnya dihormati dan disegani karena berbudi dan berakhlak mulia yang mana telah tertanam di hati setiap orang. Dia muncul sebagai seorang pemimpin bukan karena  kemauannya dan bukan atas permintaannya sendiri.

Pada akhirnya, Lun Do’ muncul sebagai pemimpin bukan atas musyawarah masyarakat tetapi karena kewibawaan yang ada pada dirinya dan kebaikan hatinya murni dan tulus. Nah, tulisan ini perlu kita renungkan baik-baik.

Buuiii...Buuiii...Buuii...

***

| Penulis: Frans Rining & Lio Bijumes

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url